Sejumput rindu dalam kalbu yang menghentak mengalun membuai
Seandainya engkau tahu
Bila saja kau tahu
Ahh
Senyum ini terpatri untuk memusnahkan semua hayalanku akan dirimu
Ahh
Biarkan saja karena debu di bajumu esok pasti kan hilang
Begitu juga aku,semoga angin akan menjemputku esok
La..la..la..la
Aku bersenandung menembus luka
Na…na..na..na
Matahari pasti akan menembus ruang gelap jendela ruang kalbu ku esok pagi
Sabar sayang
Aku pasti akan sirna
Melayang diantara ruang dan waktu realitas berbalut mimpi
Gadis dalam imajinasi dan harapanku kini dia telah menikah, mengandung anak yg mngkn saja anak dariku, ia adalah satu-satunya torehan senyumku dimalam hari dimana lebam peluh dan luka selalu terpungkaskan oleh imaji akan makna senyumnya.
Serpihan ruang waktu menghantarkanku pada titik dimana senyum kecilku yang selalu tersemat bila ada bersama dirinya.
Bersandarku diantara titian tangga basement,ditemani Nour glass dari album Liquid tension yang bercampur aroma kopi dan tentu saja asap rokok kepedihan dan sedikit rasa bahagia,ya… aku bahagia akhirnya ada yang bisa membahagiakan dirinya.
Titian tangga hidup adalah hal yang sulit untuk kudaki dalam paruh perjalanan waktu ke waktu,yang ku tahu aku selalu terjatuh pada anak tangga yang sama.
Aku terhempas bersama waktu disini,kulewati detik demi detik yang silih berganti yang anehnya hanya perih dan luka saja yang mau bertandang dari waktu ke waktu.
Seandainya aku Tuhan akan ku rubah jalan hidupku”lamunanku yang semakin gila semakin liar,dan berputar merobek segala ingin yang terpatri dalam hidup ini.
Tiba-tiba saja tamparan keras dari ucapan teman filipinaku yang sedang menerobos masuk membuyarkan segala getir yang membuncah dalam hidup ini.
Friend do not to be sad, life is not the last destination, but life is highway when all people run to reach what they think is the end of the journey,you know what I mean,life is way to die and die is path for meet our god.
Kini aku tersadar kembali dimana aku sekarang,dimana aku harus melangkah ,dimana harus kuarahkan hidup ini,ya hidup ini bukan untuk menangisi takdir,ya hidup adalah harapan itu sendiri,ya hidup adalah anak tangga itu sendiri untuk kembali kepada Tuhan.
Yes friend, life is jorney to the end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar